JAKARTA – Urgensi menjaga proteksi kedaulatan data dan memperkokoh ketahanan infrastruktur digital di Tanah Air memicu kehadiran opsi komputasi awan lokal. Merespons kebutuhan tersebut, Arupa Cloud Nusantara berkolaborasi dengan Civo untuk meluncurkan Civo Indonesia Region. Fasilitas sovereign public cloud anyar di Jakarta ini disiapkan secara khusus guna menopang Kubernetes, virtual machines, serta ekosistem perancangan aplikasi modern.
Pengoperasian infrastruktur ini dikelola seutuhnya oleh Arupa di dalam negeri, menawarkan performa cloud-native dengan pendampingan teknis lokal sekaligus menjamin berkas digital konsumen tetap berada di bawah hukum yurisdiksi Indonesia.
Layanan Civo Public Cloud sendiri merupakan sistem komputasi berstandar korporasi yang dibangun di atas open standards, menawarkan skema infrastruktur yang gesit, praktis, serta ramah anggaran.
“Indonesia menyimpan potensi masif dalam mengadopsi teknologi cloud-native, sejalan dengan bertumbuhnya urgensi dunia usaha terhadap infrastruktur yang lebih ringkas dikelola, memiliki kejelasan struktur biaya, dan disiapkan untuk menopang aplikasi generasi modern,” jelas Chief Commercial Officer Civo, Simon Hansford, pada Minggu (25/10/2026).
Lewat kolaborasi strategis bersama Arupa, pihaknya menghadirkan solusi komputasi awan Civo yang berfokus pada keunggulan Kubernetes (Kubernetes-first) langsung ke tengah kalangan korporasi di Indonesia.
“Layanan ini ditopang penuh oleh pakar lokal serta mekanisme operasional yang dirancang khusus menyesuaikan dinamika pasar Indonesia,” tegasnya.
Pada kesempatan serupa, Dinesh Majrekar selaku Chief Technology Officer Civo, mengutarakan bahwa teknologi Kubernetes menyajikan keleluasaan optimal bagi kalangan pengembang sistem untuk merancang, mengimplementasikan, dan memperbesar kapasitas aplikasi berstandar terbuka tanpa memicu kerumitan infrastruktur yang berlebihan.
“Melalui integrasi layanan managed Kubernetes, instrumen terpadu, dan fasilitas untuk pemrosesan beban kerja cloud-native modern, target Civo adalah membantu tim teknis memangkas alokasi waktu pemeliharaan server sehingga dapat mencurahkan perhatian penuh pada pengembangan dan perbaikan mutu produk aplikasi,” tuturnya.
“Melalui kolaborasi erat ini, sasaran kami adalah mempermudah korporasi memproduksi dan mengoperasikan aplikasi modern secara lebih kilat, merampingkan sistem tata kelola infrastruktur cloud, serta memperoleh keleluasaan guna memperluas produk digital sesuai dinamika kebutuhan pasar mereka,” paparnya.
CEO Arupa Cloud Nusantara, Reza Kertadjaja, ikut menguraikan bahwa penggabungan keunggulan sistem Civo dengan daya dukung operasional Arupa bakal menghadirkan manfaat nyata bagi para pengguna.
“Melalui peleburan sistem cloud Civo yang mengutamakan Kubernetes dengan layanan konsultasi arsitektur serta tim support teknis lokal Arupa, kami berdedikasi mendampingi para klien dalam mengambil langkah keputusan teknologi secara mantap dan mengoptimalkan fungsi cloud demi akselerasi pertumbuhan bisnis,” jelasnya.
Deputy Country Director – Business, Trade & Investment dari British Embassy Jakarta, Keziah McConnell, memaparkan bahwa di samping infrastruktur aplikasi modern, duet Civo dan Arupa tengah bersiap memperluas portofolio komputasi untuk beban kerja kecerdasan buatan (AI workloads).
Pada skala internasional, Civo sudah memiliki fasilitas pemrosesan NVIDIA B300 Blackwell Ultra GPUs serta berencana meluncurkan unit NVIDIA Vera Rubin NVL72 di kawasan Inggris pada 2027 sebagai bagian dari penguatan ekosistem infrastruktur AI masa depan. Bagi konsumen di Indonesia, ketersediaan GPU Compute dan GPU Kubernetes di region Jakarta diagendakan beroperasi mulai Desember 2026, dengan alokasi pemesanan awal yang telah dibuka melalui Arupa.
Kedua entitas ini bakal berkolaborasi mengkaji rancangan kebutuhan teknologi, memetakan agenda migrasi komputasi awan, serta merealisasikan use case spesifik yang sejalan dengan skala prioritas bisnis maupun kesiapan teknis internal organisasi terkait.
Inisiatif komersial ini sekaligus merefleksikan komitmen nyata kedua perusahaan dalam memajukan lanskap ekosistem cloud-native nasional melalui sinergi bersama para pengguna, mitra penyedia teknologi, komunitas developer, serta praktisi digital.
“Peresmian kemitraan ini merupakan bukti konkret dari kian kuatnya jalinan kolaborasi strategis antara pihak Inggris dan Indonesia di sektor teknologi digital,” ucapnya.
“Saya meyakini bahwa kolaborasi yang menyatukan kapabilitas Inggris dengan ekosistem digital Indonesia yang terus berkembang pesat ini sanggup memperkokoh jejaring komersial, mendorong kemajuan keahlian teknologi, serta membuka peluang kemajuan ekonomi baru bagi kedua belah pihak,” tutupnya.
(Rahman Asmardika)
