Klaim Garansi Acer Predator Berakhir Kacau, Petugas Servis Lupa Oles Thermal Paste CPU

Proses perbaikan laptop Acer yang semestinya menuntaskan problem pelanggan malahan berganti petaka. Insiden mengecewakan ini menimpa seorang konsumen perangkat flagship Acer Predator Helios Neo 16S AI. Ia membeberkan pengalaman proses garansi resminya hingga kemudian menjadi perbincangan hangat di kalangan forum pegiat hardware. Mengapa demikian?

Kronologi Kerusakan Servis Laptop Acer Milik Konsumen

Peristiwa ini berawal saat pemilik laptop bertenaga prosesor Intel Core Ultra 7 255HX serta GPU NVIDIA RTX 5060 itu merasakan performa merosot akibat fenomena thermal throttling. Seusai menanti sebulan demi proses klaim jaminan servis, divisi customer care akhirnya memberangkatkan petugas reparasi guna menangani keluhan langsung di tempat tinggal pemakai.

Merujuk pada unggahan di Reddit, penanganan teknisi bersangkutan langsung tampak amat amatir sejak penutup belakang komputer jinjing dibongkar. Petugas tersebut bahkan sempat melakukan panggilan telepon ke supervisor demi menanyakan panduan memasang liquid metal. Alih-alih mengoleskannya secara presisi, ia cuma meneteskan cairan konduktor panas tersebut dengan ceroboh di atas area chip GPU.

Keteledoran fatal berlanjut sewaktu pemilik menanyakan keadaan unit CPU. Petugas yang tersadar telah alpa memberikan senyawa pendingin pada prosesor kemudian meraih tabung thermal paste polos tanpa label brand, lantas melumurkannya ke permukaan CPU menggunakan sebilah pisau.

Buntut penanganan teknis yang menyalahi prosedur standar itu, temperatur inti CPU perangkat tetap melonjak liar mencapai titik 105°C serta GPU menyentuh 87°C. Kisah ini menjadi peringatan berharga buat pemilik laptop gim premium agar terus mengontrol proses reparasi serta meyakinkan kapabilitas tenaga servis betul-betul patuh terhadap regulasi pabrikan, brott!

Simak pula kabar informatif Gamebrott lainnya seputar Tech atau ulasan berbeda persembahan Bima. Untuk informasi lebih lanjut dan pertanyaan lainnya, silakan hubungi kami via [email protected].