Kisah Penyelamatan Korban Penculikan Berkat Memainkan Game Among Us

Karya InnerSloth, game Among Us, tetap menjadi salah satu judul paling diminati khususnya di perangkat seluler dan senantiasa disukai berbagai kelompok pemain semenjak peluncuran perdananya di tahun 2018 silam.

Akan tetapi, tak ada yang menyangka bahwa permainan kasual ini rupanya mampu menyelamatkan seorang anak muda hingga lolos dari jeratan aksi penculikan. Bagaimana kisah selengkapnya?

Kisah Remaja Lolos dari Penculikan Melalui Game Among Us

Dikutip dari laporan Newsweek, gadis belia bernama Kylie Arellano (17) sempat raib sejak Mei 2025 sewaktu dirinya masih berumur 15 tahun di wilayah Utah, Amerika Serikat. Korban disinyalir telah disandera selama lebih dari 500 hari pada ruangan bawah tanah di kediaman Adam Hunter Harmel (39) di kawasan Huntington, Oregon.

Pihak kejaksaan federal mendakwa Harmel awal mulanya berkenalan dengan Arellano lewat dunia maya, lalu mendatangi serta menjemputnya langsung ke Utah, melemparkan gawai milik korban ke aliran sungai, dan melarikannya melintasi batas negara bagian.

Berdasarkan keterangan sidang tertanggal 4 November kemarin, pihak Departemen Kehakiman Utah menyatakan Harmel resmi dijerat pasal penyekapan anak bawah umur lintas teritorial negara serta upaya melakukan tindakan asusila terhadap korban.

Kronologi Keberhasilan Korban Melarikan Diri Berkat Among Us

Sesampainya di kediaman pelaku, Arellano kabarnya tidak diizinkan melangkah keluar rumah, kerap mengalami penganiayaan, bahkan dipaksa mencopot behel giginya menggunakan tang supaya ciri fisiknya tak lagi gampang dikenali orang lain.

Walaupun berada dalam sekapan, Harmel nyatanya memfasilitasi sebuah ponsel tanpa jaringan seluler kepada Arellano yang masih sanggup tersambung koneksi Wi-Fi. Memasuki pertengahan Oktober, korban menyempatkan bermain Among Us lalu menjalin perbincangan bersama seorang anak kecil.

Percakapan daring itu lalu beralih ke jejaring media sosial. Arellano pun membeberkan identitas aslinya serta menceritakan keadaannya yang tengah disekap seseorang. Sumber berita mengabarkan aparat kepolisian mulanya sempat menyetop upaya pelacakan remaja ini. Kendati demikian, orang tua sang anak segera mengontak pihak FBI lalu menggelar panggilan video bersama korban di tanggal 1 November.

Melalui sesi tatap muka digital tersebut, Arellano membeberkan seluruh peristiwa pahit masa penawanannya sembari memperlihatkan bukti kuat kepada tim penyelidik, salah satunya sebilah pisau kepunyaan Harmel yang ditaruh di bawah bantal kamar bawah tanah.

Atas inisiatif berani ibu anak tersebut, di hari yang persis kepolisian akhirnya berhasil membebaskan Arellano di kawasan Oregon dan segera membawanya menuju rumah sakit demi penanganan kesehatan. Sementara itu, sosok Harmel berhasil diringkus sewaktu berlangsungnya operasi razia kendaraan jalan raya.

Peristiwa mencengangkan semacam ini nyatanya bukanlah yang pertama. Waktu sebelumnya, sepasang kakak beradik berumur 12 dan 15 tahun juga selamat dari jeratan penculik usai berkenalan via platform Roblox pada awal tahun 2026. Bagaimana pandangan kalian mengenai kejadian ini, Brott?

Simak terus ulasan memikat Gamebrott lainnya seputar Berita Game maupun tulisan seru dari Nadia Haudina. Mengenai info lebih lanjut serta kebutuhan kemitraan, Anda dapat menghubungi kami melalui [email protected].