Hadirnya kembali waralaba Onimusha melalui seri teranyar Onimusha: Way of the Sword menghadirkan warna baru bagi penggemar genre hack-and-slash bertema era feodal Jepang. Tak disangka, kekayaan intelektual garapan Capcom ini menuai sambutan yang sangat positif berkat sistem permainan yang disuguhkan.
Hal yang memikat, pihak pengembang sengaja mengambil langkah independen agar tidak sekadar meniru atau merancang mekanik permainan yang menyerupai karya kompetitor lain.
Penyebab Sutradara Onimusha: Way of the Sword Abaikan Mekanik Cutting-System
Melalui sesi wawancara khusus dengan Gamingbolt, Satoru Nihei yang menjabat sebagai Director tim produksi Onimusha: Way of the Sword membagikan penjelasan penting terkait proses perancangan judul anyar Onimusha tersebut.
Satoru Nihei menuturkan bahwa regunya enggan mengadaptasi sistem atau pola pertempuran tebasan bebas ke arah tubuh lawan sebagaimana gaya ikonik tokoh Raiden pada gim Metal Gear Rising.
Sejak pengerjaan dimulai kurun waktu enam tahun silam, sang direktur menegaskan prioritas utama proyek ini yakni memperlihatkan keperkasaan serta suguhan laga memukau sebagai daya tarik komersial utamanya.
Dirinya menilai Capcom sebetulnya telah memegang seluruh modal daya maupun aset mumpuni demi menggapai keberhasilan, termasuk tenaga pemrogram andal yang amat berkontribusi menghimpun beragam data teknis penting. Imbasnya, seluruh keperluan pergerakan animasi berhasil dikerjakan tanpa kendala berarti selama tahapan produksi berlangsung.
Nihei turut mengutarakan kepuasan mendalam terhadap pencapaian tim lewat pemanfaatan kecanggihan RE Engine. Mesin pengembang tersebut sanggup mengantarkan Onimusha: Way of the Sword menampilkan performa visual yang amat kontras jika dikomparasikan terhadap “gim lain”.
Nihei memaparkan bahwa pada judul lain, tubuh musuh cenderung mendadak kaku atau membeku ketika diserang agar gamer leluasa mengiris sesuka hati. Kendati demikian, mekanisme kaku tersebut ditiadakan di sini; gamer langsung menyaksikan dampak sabetan senjata mengalir mulus mengikuti jalur ayunan pedang. Karakteristik ini melahirkan keunikan tersendiri bagi Onimusha: Way of the Sword.
Sutradara tersebut beranggapan bahwa ritme maupun gaya laga semacam itu sesungguhnya kurang selaras diterapkan. Walaupun tanpa keleluasaan memotong tubuh secara ekstrem layaknya Metal Gear Rising, Nihei memilih fokus mengeksplorasi ketangguhan skill karakter yang terbukti berhasil memikat atensi komunitas gamer sekarang.
Begitulah pertimbangan mendasar tim produksi Onimusha: Way of the Sword menolak mengimplementasikan sistem serupa kepunyaan judul lain. Sudahkah kalian menjajal karya anyar besutan Capcom ini?
Simak pula kabar menarik Gamebrott lainnya seputar Onimusha atau tulisan karya Lazuardi. Untuk informasi lebih lanjut dan pertanyaan lainnya, hubungi kami lewat [email protected].
