Film Baru Sukses Besar, Penjualan Game Resident Evil Melonjak Pesat Menurut Analis

Karya sinematik terbaru dalam waralaba Resident Evil besutan sutradara Zach Cregger berhasil mencetak rekor fantastis di layar lebar, menjadikannya pembukaan paling masif sepanjang riwayat 24 tahun adaptasi film seri ini.

Keberhasilan film anyar ini ternyata segera memberikan imbas positif secara langsung terhadap angka transaksi penjualan seri game Resident Evil berdasarkan temuan firma analis. Lalu, sebesar apa lonjakan performa pasar yang terjadi pada lini game tersebut?

Laporan Analis: Penjualan Resident Evil Terdongkrak Berkat Karya Sinema Zach Cregger

Berdasarkan data terkini dari Alinea Analytics, angka penjualan Resident Evil 2 Remake untuk konsol PS5 mengalami peningkatan tajam sampai 64%, disusul RE4 Remake yang bertambah 54% setelah pemutaran perdana film arahan Sutradara Zach Cregger.

Sementara di ekosistem Steam, lonjakannya tergolong lebih moderat dengan capaian masing-masing senilai 11% dan 14%. Apabila ditinjau dari metrik pengguna aktif harian, RE2 Remake melesat 48% dari kisaran 78.000 menjadi mendekati 116.000 user harian, sedangkan RE3 Remake beserta RE4 Remake tumbuh masing-masing 25% dan 24%.

Kendati demikian, Rhys Elliott selaku pengamat industri dari Alinea menekankan bahwa program potongan harga Capcom yang dibuka 8 hari menjelang penayangan perdana film memegang pengaruh signifikan. Nilai banderol RE2 Remake dipangkas dari $39,99 menjadi $7,99, kemudian harga RE4 Remake turun dari $39,99 menjadi $9,99 pada platform PS5. Usai variabel potongan harga diisolasi secara cermat, pengaruh film RE terbukti tetap menyumbang surplus 50–65% penjualan pada PS5 bagi RE2 dan RE4 Remake, tetapi cuma berkisar 11–14% di pasar Steam.

Uniknya, RE Requiem yang baru mencapai perolehan pendapatan $500 juta dolar AS justru mendapati penurunan pendapatan harian 4% di PS5 sepanjang akhir pekan debut film, kendati total pemain aktif harian mereka bertambah 20%.

Kaitannya dengan Proyek Rilis Resident Evil Veronica Tahun Depan

Melihat rangkaian data di atas, Elliott menyimpulkan bahwa film Resident Evil lebih berfungsi mengaktifkan kembali para pencinta lama ketimbang menggaet audiens pemula. Situasi ini muncul lantaran sinema racikan Cregger tidak mengusung tokoh sentral orisinal gamenya, melainkan mengangkat cerita baru seputar kurir obat-obatan yang terisolasi di tengah kekacauan wabah mayat hidup Raccoon City.

Pendekatan narasi ini kontras dengan adaptasi macam The Last of Us maupun Fallout yang secara gamblang menuntun penikmat film langsung menuju rilisan video game TLOU dan Fallout.

Di samping itu, Elliot menilai bahwa tren positif semacam ini berpotensi terulang menjelang peluncuran Resident Evil Veronica pada tahun mendatang. Seandainya penayangan versi digital VOD film tersebut berdekatan dengan momen kehadiran Veronica, sangat mungkin angka pembelian gamenya ikut terdongkrak drastis, terlebih latar kisah Veronica hanya bergulir selang tiga bulan pasca ledakan insiden zombie di Raccoon City.

Simak terus ulasan menarik Gamebrott lainnya seputar Resident Evil maupun kumpulan tulisan lain dari Arif Gunawan. Untuk keperluan informasi lebih lanjut dan pertanyaan lainnya, Anda dapat menghubungi pihak redaksi melalui email [email protected].