Kisah Perjuangan Shift Up: Sempat Terpuruk Sebelum Menuai Sukses Lewat Stellar Blade

Nama Shift Up sangat populer sebagai pengembang di balik kesuksesan Stellar Blade serta Goddess of Victory: NIKKE, dua judul yang begitu lekat dengan kehadiran karakter perempuan rupawan dan memikat.

Kendati saat ini menikmati pencapaian luar biasa lewat Stellar Blade, perjalanan studio game tersebut sejatinya tidak selalu mulus. Pimpinan tertinggi Shift Up secara terbuka membeberkan bahwa perusahaannya pernah melalui periode yang amat berat sebelum karyanya itu berhasil meledak di pasaran. Seperti apakah tantangan rumit yang sempat mereka lalui di masa lampau?

Bos Shift Up Beberkan Krisis Finansial yang Sempat Mengancam Perusahaan

Lewat sesi wawancara khusus bersama media INVEN, Hyung-Tae Kim yang menjabat sebagai CEO Shift Up membagikan rentetan fakta menarik. Sorotan utamanya tertuju pada masa-masa penuh ujian yang sempat membayangi studio game asal Korea Selatan tersebut.

Hyung-Tae Kim menuturkan bahwa ketika menggarap Stellar Blade, yang kala itu menjadi salah satu proyek game skala AAA langka dari negaranya, Shift Up sempat terpuruk hingga dana kas perusahaan hanya tersisa cukup untuk menggaji para staf selama tiga bulan ke depan. Situasi genting tersebut bahkan sempat memicu kebimbangan besar dalam benaknya mengenai masa depan proyek tersebut.

Sang pemimpin menceritakan betapa berat rintangan ketika ia bersama seluruh jajaran staf berusaha mempertahankan pembuatan Stellar Blade. Di antara berbagai kendala, langkah mereka mendekati serta menjalin komunikasi dengan beragam pihak pemodal maupun penerbit game papan atas berakhir buntu karena berulang kali ditolak mentah-mentah.

Ia memaparkan bahwa para penanam modal kala itu sangat pesimistis dan menilai Stellar Blade tidak akan mampu mencetak keberhasilan komersial. Pihak luar justru memandang proyek itu sarat potensi kerugian ketimbang prospek keuntungan bagi Shift Up. Bahkan, beberapa investor secara terang-terangan menyarankan agar tim membatalkan pengerjaan Stellar Blade dan beralih ke proyek lain apabila ingin perusahaannya dihargai tinggi.

Munculnya Rasa Bimbang Menggarap Game Ambisius

Akibat rentetan penolakan dari deretan investor dan publisher game ternama, Hyung-Tae Kim mengakui rasa percaya dirinya sempat goyah terhadap masa depan Stellar Blade. Dirinya kerap dilanda tanda tanya besar apakah keputusan melahirkan game aksi semacam itu benar-benar langkah yang tepat.

Walau keraguan sempat menyelimuti, Shift Up menolak berhenti dan tetap merampungkan proyek Stellar Blade secara konsisten hingga sukses memukau Shuhei Yoshida saat masih menduduki posisi Presiden Sony Interactive Entertainment. Figur penting PlayStation tersebut melayangkan banyak apresiasi positif kala menjajal langsung prototipe perdana game itu.

Berkat dedikasi luar biasa dan sokongan penuh dari kubu Sony PlayStation, proses produksi Stellar Blade pada akhirnya berhasil dituntaskan dengan sukses. Walaupun menyadari studionya masih menyimpan sejumlah celah keterbatasan, Hyung-Tae Kim menegaskan komitmen perusahaannya untuk menyuguhkan karya terbaik pada portofolio masa depan mereka, mencakup judul Stellar Blade: Blood Rain dan proyek rahasia yang diberi label Project Spirits.

Demikianlah rangkuman kisah perjuangan dari CEO Shift Up terkait jatuh bangun perusahaannya dalam melewati badai kesulitan finansial sebelum akhirnya merengkuh sukses lewat Stellar Blade. Lantas, bagaimana tanggapan Anda mengenai perjalanan studio di balik game fenomenal ini?

Simak pula kumpulan kabar menarik Gamebrott berikutnya seputar kiprah Shift Up, Stellar Blade, maupun deretan ulasan terbaru karya Muhammad Faisal. Untuk kebutuhan kerja sama lebih jauh dan pertanyaan lainnya, Anda dapat mengirim pesan ke [email protected].