Kabar mengejutkan hadir dari Liquid Swords, studio pengembang game Samson: A Tyndalston Story kepunyaan Christofer Sundberg, figur di balik Just Cause. Belum lama ini, studio itu secara resmi mengumumkan kondisi kebangkrutan mereka. Lantas, faktor apa yang membuat studio tersebut gulung tikar?
Faktor Penyebab Kebangkrutan Pengembang Samson: A Tyndalston Story
Berdasarkan laporan Breakit, Liquid Swords dipastikan pailit akibat gagal melunasi upah pegawai selama beberapa bulan. Diinformasikan juga bahwa ada sekitar 30 pekerja yang akan memperoleh santunan dari pihak pemerintah.
Kabar besar tersebut menegaskan bahwa perusahaan rintisan Christofer Sundberg ini tidak mampu mencairkan gaji staf dalam kurun waktu berbulan-bulan. Menurut laporan, pihak studio sebenarnya sempat mengupayakan suntikan modal dari investor demi menyelamatkan nasib operasional perusahaan.
Sebagai kilas balik, Liquid Swords memperlihatkan cuplikan perdana Samson: A Tyndalston Story setahun silam. Proyek Samson mulai digarap sejak 2020 dengan mengambil inspirasi kuat dari seri Max Payne serta Grand Theft Auto (GTA).
Karya tersebut resmi meluncur pada 8 April tahun ini dan meraih ulasan Mixed di Steam. Beberapa gamer menyoroti persoalan bug serta kendali karakter yang kurang responsif, meski sebagian pemain lain mengapresiasi latar dunianya dan performanya di Steam Deck.
Demikian ringkasan mengenai alasan kebangkrutan Liquid Swords sang kreator Samson: A Tyndalston Story. Apakah Anda sempat memainkan game tersebut? Tuliskan tanggapan Anda!
Simak juga sajian menarik Gamebrott lainnya seputar Berita Game atau tulisan berbeda dari Nadia Haudina. Hubungi [email protected] untuk keperluan informasi lebih jauh serta pertanyaan lain.
