Tingkat popularitas Wuthering Waves racikan Kuro Games dapat dikatakan semakin melesat tinggi sepanjang setahun terakhir. Seiring kepopulerannya yang masif, bermunculan beragam kreasi ciptaan para penggemar setia, mulai dari karya ilustrasi digital, tayangan animasi unik nan memukau, hingga wujud sebuah permainan mandiri.
Salah satu contohnya datang dari @aboahere, kreator sekaligus pengembang independen dari Korea Selatan yang baru-baru ini memperkenalkan karya penggemar garapannya bertajuk Wuthering Waves: Abyss. Konsep dasar permainan tersebut mengusung gaya bertahan hidup survivor-like atau akrab disebut bullet heaven.
Video cuplikan perdana judul tersebut dapat kamu saksikan secara langsung di bawah ini.
Untuk diketahui khalayak, kreator game menyatakan secara transparan bahwa pengembangan Wuthering Waves: Abyss memanfaatkan elemen aset buatan AI. Pengguna dapat langsung mengikuti laman Twitter pribadinya jika berkeinginan memantau perkembangan proses pembuatan proyek tersebut.
Jadwal Rilis Wuthering Waves: Abyss Direncanakan Akhir 2026
Meskipun belum menetapkan tanggal peluncuran resmi secara mendetail, sang pengembang berniat melepas Wuthering Waves: Abyss menjelang pengujung tahun pada Desember mendatang. Sasaran rilis utamanya adalah perangkat komputer PC, lalu disusul platform telepon pintar mobile.
Karya indie ini kelak disediakan secara cuma-cuma tanpa biaya, meski tempat distribusinya masih belum diputuskan definitif. Hingga kini, sang pembuat game masih memikirkan dua pilihan opsi hosting antara fanding.com ataupun itch.io.
Nantinya pemain disuguhkan delapan tokoh karakter playable. Enam figur berasal dari jagat Wuthering Waves: Jinhsi, Cartethya, Aemeath, Augusta, Phrolova serta Hiyuki, sementara sepasang lainnya secara tak terduga dipinjam dari Punishing: Gray Raven, yaitu sosok Alpha bersama Bianca.
????? ???? 8??? ????????.?? ?? ?????. pic.twitter.com/IUJV0kuW32
Patut dicatat pula bahwa pihak Wuthering Waves sejatinya telah menyuguhkan minigame survivor-like orisinal bernama Lament Recon. Permainan mini ini debut pertama kali pada patch 2.7 berlabel Lament Recon: Solaris Soldiers, lalu diluncurkan ulang dalam patch 3.5 bertajuk Lament Recon: Tacet Crisis.
Lantas, seperti apa sudut pandangmu perihal inovasi karya komunitas ini, brott? Silakan tulis opini menarikmu pada ruang komentar di bawah.
Simak terus aneka kabar memikat atau artikel seru lain persembahan Andy Julianto. For further information and other inquiries, you can contact us via [email protected]
