Serial animasi anyar Cyberpunk: Edgerunners 2 kini telah resmi mengudara lewat saluran streaming Netflix. Tayangan adaptasi semesta Cyberpunk 2077 ini menyuguhkan deretan tokoh serta alur cerita segar yang tidak kalah memikat dibanding penayangan perdananya terdahulu.
Belakangan ini, figur Lore Designer CD Projekt Red berupaya membeberkan linimasa serta latar peristiwa dalam animasi Cyberpunk: Edgerunners 2 lantaran maraknya pertanyaan komunitas penggemar. Lantas, seperti apakah keterangan resminya? [Peringatan Penulis: Mengandung Unsur Spoiler!]
Klarifikasi Lore Designer CD Projekt Red Mengenai Semesta Cyberpunk: Edgerunners 2
Melalui unggahan di media sosial Bluesky pribadinya, Patrick Mills yang menduduki posisi Lore Designer CD Projekt Red menguraikan bahwa Cyberpunk: Edgerunners 2 berlatar pada tahun 2078.
Artinya, alur animasi anyar ini berjalan persis 2 tahun pasca kepemimpinan David Martinez bersama kawan-kawannya, serta berselang 1 tahun sesudah aksi serangan V terhadap korporasi raksasa Arasaka pada video game Cyberpunk 2077.
Patrick Mills membeberkan keterangan tersebut karena menjumpai kekeliruan pemikiran luas dari publik dan komunitas penggemar yang menduga musim kedua Cyberpunk: Edgerunners hadir mendahului tahun 2077. Dirinya pun menegaskan bahwa arus waktu pada realitas Cyberpunk senantiasa bergulir maju ke depan tanpa henti.
Kendati Patrick Mills bermaksud membocorkan detail narasi lebih mendalam kepada publik luas, ada batasan ketentuan rahasia yang membuatnya beserta regu pengembang CD Projekt Red menahan seluruh rincian lainnya.
Faktor penahanan informasi itu disinyalir bertalian erat dengan agenda ekspansi tersembunyi yang digodok CDPR untuk waralaba Cyberpunk. Terlebih, studio tersebut memang tengah sibuk menyusun proyek pengerjaan sekuel bagi game Cyberpunk 2077.
Ok so the thing is that I am seeing a lot of people assuming s2 takes place before 2077 but it doesn't, it takes place in 2078. Moving things forward, time doesn't stop in Cyberpunk.
Antusiasme dan Tanda Tanya Komunitas Semakin Memuncak
Penjelasan yang dipaparkan oleh Patrick Mills secara spontan melahirkan tanda tanya besar di kalangan penggemar. Hal ini dipicu oleh fakta bahwa musim anyar Cyberpunk: Edgerunners melangkah tepat satu tahun selepas konklusi cerita di dalam game Cyberpunk 2077.
Saat rangkuman ini dirilis (22/10), para penikmat Cyberpunk 2077 ramai memperdebatkan alternatif akhir mana yang dijadikan fondasi kanon oleh pihak pengembang CDPR guna merajut kisah Cyberpunk: Edgerunners Season 2.
Apabila kalian menuntaskan seluruh tayangan, terselip beberapa petunjuk krusial yang terungkap. Di antaranya adalah status Arasaka yang tak lagi tampak perkasa usai menerima gempuran bersenjata masif dari pihak atau kubu tertentu.
Di sana pula terucap nama mendiang David Martinez yang kini dikenang layaknya sosok mitos Night City. Sementara itu figur Adam Smasher tak tampak lagi, selaras dengan peristiwa tewasnya sang monster besi di tangan V ketika Arasaka dihancurkan.
Fakta tersebut diperkuat obrolan karakter mengenai rapuhnya pertahanan Arasaka masa kini yang berani diserbu bermodal senjata biasa saja akibat lenyapnya bayang-bayang ancaman menakutkan Adam Smasher.
Uniknya, panggilan nama V sama sekali tidak disebut. Singgungan samar yang tersisa mengenai V hanyalah perihal Soulkiller. Kendati demikian, absennya penyebutan nama V membuatnya berkesan bak sosok hantu berpengaruh besar bagi runtuhnya pengaruh megakorporasi Arasaka.
Berdasarkan petunjuk-petunjuk tersebut, komunitas pemain terbelah antara meyakini salah satu akhir spesifik merupakan akhir kanon, atau justru sebaliknya.
Kondisi inilah yang membikin rasa penasaran penggemar kian membara pasca konfirmasi linimasa oleh perancang lore CD Projekt Red itu. Bagaimana sudut pandang kalian melihat paparan ini?
Simak terus ulasan memikat Gamebrott lainnya seputar Cyberpunk: Edgerunners atau sajian tulisan berbeda milik Muhammad Faisal. Untuk kerja sama dan pertanyaan lain, silakan menghubungi kami lewat [email protected].
